Rangkuman Ke 4 (Sumber, Pengumpulan dan Integrasi Data)


Data Pada GIS
Mendapatkan data adalah bagian yang penting pada setiap proyek GIS
Yang harus diketahui.
-          tipe-tipe data yang dapat digunakan untuk GIS
-          bagaimana mengevaluasinya
-          dimana bisa mendapatkannya
-          bagimana cara memnuat sendiri data tersebut

Sumber Data
Ada dua tipe sumber data:
-          data primer
data yang diukur langsung dengan survey, pengumpulan data lapangan, penginderaan jauh
-          data sekunder
data yang didapat dari peta yang sudah ada, tebel-tabel atau sumber data yang lain.

Data Primer
Kita biasanya tidak bisa melakukan observasi terhadap distribusi spasial sehingga kita perlu melakukan pengambilan sample
-          melakukan pengukuran pada beberapa area yang dapat memberikan gambaran yang paling sesuai untuk wilayah tersebut.
Contoh:
-          untuk melakukan penghitungan jumlah pohon di dalam hutan, tidak perlu melakukan penghitungan di seluruh wilayah hutan. Tetapi bisa dilakukan pengambilan sample dengan melakukan penghitungan di beberapa area saja.
-           
Pengambilan Sample – Sempling
Densitas pengambilan sample menetukan resolusi dari data
Pengambilan sample yang dilakukan pada interval 1km akan kehilangan  variasi yang lebih kecil dari 1km
Beberapa pendekatan standart dalam pengambilan sample:
-          Random
-          Systematic
-          Stratified

Random sampling
Semua tempat dapat dijadikan tempat pengambilan sample

Systematic Sampling
Titik-titik pengambilan sample diletakkan pada interval yang teratur.

Stratified sample
Membutuhkan pengetahuan tentang perbedaan informasi spasila untuk tiap2 bagian wilayah.
Titik pengambilan sample yang lebih banyak diletakkan pada area dengan perbedaan variable lebihan tinggai.
Contoh: untuk melakukan survey data penduduk dalam suatu kabupaten, titik-titik pengambilan sample di daerah dengan kepadatan penduduk lebih tinggi diletakkan lebih banyak.

Sumber data
Sumber data (peta dan non-peta) untuk GIS terdiri dari
-          Koordinat survey (cadastre dan data GPS)
-          Citra remote sensing
-          Paper map non digital
-          Foto, sketsa, diagram skematik
-          Dokumen teregistrasi dan file (arsip pemerintah)
-          Laporan dan publikasi ahli

Data Framework
Adalah data referensi untuk menyediakan hubungan dengan data-data lain
Contoh data: jalan-jalan, sungai-sungai, kontur ketinggian
Sumber data: survey topografi, survey yang dilakukan militer

Data Soioeconomic
Data tentang penduduk, aktifitas penduduk, ruang dan atau struktur yang digunakan untuk mendukung aktifitas penduduk
-          Data demografi
-          Megrasi
-          Perumahan
-          Transportasi
-          Aktifitas ekonomi
Mempunyai referensi
-          Wilayah-wilayah administrative
-          Tempat tinggal / desa-desa
-          Rumah-rumah pribadi
-           
Data Environmental
Data yang menampilkan dan memberikan informasi lingkungan
Contoh:
-          Pemetaan binatang yang dilakukan di Indonesia
-          Analisa kebakaran hutan
-          Pemetaan sumber daya alam hayati

Koleksi data
Koleksi data atau ‘capture’ adalah proses membaca peta dan data non peta ke dalam computer
Data peta digital (seperti koordinat survey GPS dan citra remote sensing) dapat dibaca langsung ke dalam GIS
Data non-digital dapat ditangkap dari paper map atau sumber lain secara menual, semi otomatis atau otomatis
-          Tergantung metode yang digunakan, output yang dihasilkan dalam bentuk vector atau rester
-          Digitasi menual/semi otomatis untuk menangkap data vector
-          Data yang di tangkap dari proses scanning dalam bentuk format rester

Data input
Konversi dari peta hardcopy ke peta digital adalah kegiatan yang paling menghabiskan waktu dalam GIS
-          Membutuhkan biaya sampai 80% dari total biaya proyek
-          Banyak membutuhkan tenaga, membosankan, dan rawan terjadi kesalahan

Memasukkan data koordinat dengan keyboard.
Missal: data koordinat latitude/longitude dari suatu titik.

Global positioning system (GPS)
Menentukan posis saat ini menggunakan sinyal yang dikirim oleh sejumlah satelit
Pembacaan GPS sudah dalam bentuk digital -> datat dibaca langsung dari GIS

GPS menggunakan sinyal stelit untuk mendapatakan koordinat latitude/ longitude dengan tepat

Konversi Data
Konversi Vektor-Raster
Rasterisasi atau konversi vector-to-raster adalah proses menghapuskan data ‘berbasis piksel’ dari representasi titik/garis/polygon
-          Komputer menempatkan grid sepanjang peta dan menghitung nilai piksel berdasarkan tipe fitur (garis atau tanpa garis)

Konversi raster-vektor
Vektorisasi atau konversi raster-to-vector dapat dihasilkan
-          Dengan menelusuri tepi fitur
-          Mengurut garis sepanjang piksel

Integrasi Data
Integrasi data adalah proses mengkombinasikan data set dalam GIS
-          Integrasi data set raster secara straighformward
-          Integrasi data set vector jauh lebih sulit
Operator logika / Boolean
-          OR, NOT, AND, XOR

Integrasi raster
Raster melakukan ‘overlay’ piksel atau sel grid dikombinasikan menggunakan operator aritmatika dan Boolean untuk menghasilkan nilai baru untuk setiap piksel pada peta komposit
-          Peta baru adalah hasil logika dari 2 peta asli
-          Setelah beberapa operator peta asli tidak dapat diperoleh lagi karena peta raster tidak terstruktur secara topologi

Integrasi vector
Bila peta vector di-overlay, fitur peta dan atribut yang berhubungan diintegrasikan untuk menghasilkan satu peta komposit



EmoticonEmoticon